Labuhan Hati Sang bidadari – Part 3

Yuhuuuu pecinta cerbung..

Ini bagian terakhir dari cerbung Labuhan Hati Sang Bidadari. Kisah ke satu berjudul Sahabat Dan Cinta oleh Teteh Desri, sedangkan kisah ke dua ditulis oleh Mimi Allz dengan judul Mimpi Egi.

Cekidoot….. :mrgreen:

Episode : Pertemuan Dua Hati

“Yudaaa…. Sudah siap, belum?” suara ibu Yuda terdengar dari arah ruang keluarga. Aneh rasanya, calon pengantin koq malas-malasan? Ibu mulai mengecek seluruh persiapan acara sakral buah cintanya.

“Duh kok gak dijawab sih…?”

Mata ibu mencari Bi Juju…..

“Bi Juju.. tolong Mas Yuda ditengok sudah siap atau belum, kita sudah terlambat nih!”perintahnya.

“ Njee bu…” Sahut Bi Juju.

Sesampainya di kamar Yuda,

“ Masya Allah… Mas Yudaaaa!! Kenapa toh Mas…? Lhaa kok henponnya berantakan gini toh..? Ayo cepet siap-siap Ibu sudah menunggu!”Bi Juju dengan sigap mengumpulkan henpon yang berantakan

Yuda bersuara sekuat tenaga tapi yang terdengar hanyalah bisikan. Itu pun dengan wajah menahan nyeri.

“Bi Jujuu… suarakuu…hilang.. dan semua badan terasa nyeri..”

“Apa Mas??!! Waduh…Bibi enggak bisa dengar?” suara Bi Juju yang meninggi terdengar oleh ibu.

Tak sabar ibu pun menghampiri Yuda. Kaget, bingung dan panik ibu melihat kondisi Yuda.

“Yudaaa…??!!” jeritnya. Yuda menunjuk leher dan lututnya. Ibu langsung sadar apa yang terjadi pada Yuda.

“Amandelmu sepertinya bengkak lagi, Nak. Sabar ya, kita harus tetap ke rumah Meitha. Ibu tidak bisa membatalkan acara yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari itu. Yuda yang kuat, biar nanti pakai kursi roda saja jalannya,” kata ibu memberi semangat. Dibantu oleh Bi Juju, ia membantu putra kesayangannya itu untuk segera bersiap dan membuang jauh-jauh pikiran pernikahan ini akan gagal.

Perlahan Yuda menyiapkan diri. Didalam hatinya ia ngadu….Ya Allah.. begitu besarkah dosaku, hingga kau uji aku dengan sakit ini disaat pintu keberkahan itu mulai terbuka. Ampunilah aku ya Rahmaan. Ku mohon jadikan sakit ini sebagai penebus dosa-dosaku.

Kata-kata cinta terucap indah

Mengalir berzikir di kidung doaku

Sakit yang kurasa

Biar jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku

Teringat semua yang kauberi untukku

Ampuni khilaf dan salah

Slama ini ya Illahi…Muhasabah cintaku

Tuhan kuatkan aku

Lindungiku dari putus asa

Jika kuharus mati

Pertemukan aku denganmu

Dalam kepasrahannya terhadap kuasa Allah, masih terlintas dibenaknya,betapa akan terpukulnya Meitha jika ia tak jadi menikahinya hari ini. Teringat janjinya saat meminta Meitha untuk jadi istrinya.

Kata-kata cinta yang indah dan segala rencana yang telah mereka siapkan untuk mengarungi hidup bersama…..Oh Meitha, tunggu aku sayang!

Dzikir dan doa menguatkan Yuda untuk sampai ke tempat calon istrinya berada.

Ya Allah.. mudahkanlah aku untuk melangkah

Menuju Bidadari yang kudamba

Bidadari dengan cintanya yang merekah

Merekah dan wangi tuk menemani hidup hamba

Sesampainya di kediaman Meitha,semua wajah terlihat lega setelah melihat rombongan calon mempelai pria datang. Kekecewaan yang menggantung seakan mulai sirna berganti dengan tanda tanya, mengapa calon mempelai pria memakai kursi roda? Bukankah sebelumnya ia adalah laki-laki yang gagah dan terlihat selalu sehat?

Egi langsung menghampiri Yuda dengan kening berkerut cemas, ”Yud, ada apa? Kenapa bisa terlambat ? “

“ Amandel Giiii…..Yaagh.. nanti kujelaskan…,” dengan suara serak berbisik Yuda berusaha menenangkan sahabatnya.

“Ya Allah suaramu Yud, badanmu juga kelihatan lemas sekali!” Egi jadi tak enak hati. Bukankah hal ini sudah hadir dalam mimpiku semalam? Apakah Meitha bisa menerima keadaan Yuda sekarang? Egi menunduk beristighfar, Meitha tidak akan sepicik itu. Egi yakin.

“Aku bantu Yud,” kata Egi sambil memapah Yuda yang lemah.Yuda hanya mengangguk, matanya hanya tertuju pada meja tempat pengucapan ijab Kabul.

Yuda disambut oleh kedua orang tua Meitha. Sambil bersalaman iapun mengucapkan permintaan maaf.

“ Setelah acara ini, Nak Yuda harus segera ke dokter ya…” pinta orang tua Meitha yang menjadi sangat khawatir dengan kondisi kesehatan calon menantunya.

Meitha menghapus airmatanya, “Alhamdulillah ya Allah akhirnya Kau pertemukan aku dengan calon suamiku,”bisiknya lirih. Apapun keadaan Yuda, ia siap menerimanya.

Terlaksanalah ijab dan Kabul itu, semua orang terharu mendengar ijab Kabul yang diucapkan Yuda dengan suara yang menipis tetapi terdengar lantang dan kuat.

Ucap syukur dari semua orang yang hadir menyaksikan hari bersejarah ini.

Tak elak Egipun mengucap syukur sambil menghapus airmata terharu dan bahagianya.

“ Alhamdulillahirabbilalamin, telah Kau lancarkan jalan kedua sahabatku ya Allah. Alhamdulillah mimpiku semalam tidak terjadi. Barakallahulaka sahabat….”

Badan Yuda masih terasa lemah, nyeri itu masih ada, tapi kebahagiaan yang Allah anugrahkan padanya dan Meitha istrinya menghapus segala sakit yang dideritanya.

Tak henti-hentinya Yuda berucap dalam hati “ Ya Rahiim.. ampunilah khilaf dan salahku, berilah aku kekuatan untuk menjaga keluargaku.

Artikel ini diikutsertakan dalam Pagelaran Kecubung 3 Warna di newblogcamp.com.

Pesan Moril yang tersirat dari cerita ini diantaranya sahabat sejati kita adalah sahabat yang ikut berbahagia ketika kita bahagia, walaupun itu menyakitkan baginya.

Ada yang menemukan pesan moril yang lain dari cerita ini, yuuuk di bagi di comment ya..

Gambar diambil dari http://jilbablovers.wordpress.com/

Doughnut (Donat aja, gak pake kentang)

Tiap lewat jalan balai pustaka rawamangun, ngilerrr liat donatnya Dunkin Donut, apalagi ini toko baru dan lagi melempar diskon. Huhuhuuu… minggu ini harus bikin donat nih. Donat yang gak pake kentang pokoknya.. kenapa ? Hehehe males ngukus en bejek-bejek kentangnya. Ini nih namanya ngilerr tapi males ngeluarin tenaga..

Resepnya dari Tabloid Nakita, judulnya CRISPY AND CREAMY DOUGHNUT

Bahannya :

  • 14 g ragi (aku pake fermipan satu sachet)
  • 50 ml air hangat
  • 355 ml susu cair hangat
  • 100 g gula pasir
  • 6 g garam
  • 2 btr telur
  • 68 g mentega
  • 625 g tepung terigu
  • 1000 ml minyak goreng, untuk menggoreng


Pelapis:

  • 76 g mentega
  • 250 g gula castor
  • 8 ml vanila
  • 60 ml air panas, jika diperlukan
  • 100 g almond, panggang sebentar

Cara Membuat Donat, CRISPY AND CREAMY DOUGHNUT::

  1. Rendam ragi dalam air hangat, diamkan selama 5 menit, atau hingga berbusa.
  2. Campur ragi, susu, gula, garam, telur, mentega, 2 cup tepung terigu. Kocok dalam kecepatan rendah, atau kocok dengan sendok kayu. Masukkan sisa tepung, kocok hingga adonan kalis. Aduk hingga 5 menit atau hingga elastis.
  3. Tempatkan adonan dalam wadah dan tutup, diamkan di tempat yang hangat hingga ukurannya menjadi dua kali lipat. Adonan siap dibentuk.
  4. Taburi tepung dan gilas dengan lembut hingga 1,3 cm tebalnya. Cetak dengan cetakan donat. Biarkan donat mengembang hingga dua kali lipat. Tutupi dengan serbet bersih.
  5. Membuat pelapis: Cairkan mentega hingga setengah leleh, masukkan gula castor dan vanila hingga tercampur rata, angkat dan aduk dalam air panas tambah sedikit air.
  6. Panaskan minyak dan goreng donat hingga matang atau kuning keemasan.
  7. Celupkan salah satu permukaan donat pada pelapis selagi panas, dan taburi dengan almond.
  8. Sajikan selagi hangat atau dalam keadaan dingin.

Untuk 20 porsi
Setelah adonan kalis, maksudnya mau ngikutin resep di gilas… tapi kok masih lengket ke tangan ya… Akhirnya adonan dibagi2 trus di buletin aja. Nah ngebolonginnya pas mau masuk ke penggorengan. Dengan bantuan sumpit gorengnya lebih asyik dan lebih rata coklatnya. Puterr-puteeer terus, jgn lupa dibalik.

Hasilnya enak kres diluar, lembut didalam. Perbedaannya dgn donut bikinan toko, donat ini kalo didiamkan 2 hr jadi batu hehhe keras maksudnya, tapi kalo donat toko masih bisa lembut. Jadi pertanyaankan, itu donat toko dikasih bahan tambahan apa hayoo…

Makanya lebih aman bikin sendiri ya.. ga ada bahan2 aneh yg nanti kita makan. Gak papa cape, ngebesarin otot, membuang lemak. Tapi akhirnya kan bisa menikmati hasil sendiri en puaaasss.

MaT-Ahu (Martabak Tahu)

Dudududuh pingin ngemil aja niih..

hari ini kita bikin martabak yang murmer yuuk.. isinya tahu aja..gini nih caranya

Siapkan : kulit lumpia kurang lebih 20 lembar, tahu putih 1 kotak, daun bawang 3 batang, telor 3 butir, lada, garam

, gula secukupnya, yang suka penyedap seperti masako atau royco silahkan digunakan dgn mengurangi garam dan gula ya.., oiya jgn lupa minyak untuk nggoreng.

Lanjuut : Tahu dihancurkan dgn garpu, daun bawang diiris campur ke tahu, masukkan telur yg sudah dipecahkan (hhehee masa yg masih bulet), bumbu2, aduk rata..

Ambil satu lembar kulit lumpia, masukan adonan tahu, lipat kulit lumpia, langsung dimasukkan dalam minyak yang sudah dipanaskan.

Tambah yahud dimakan dengan pelengkap cabe rawit, kalo cabe masih mahal pake saos sambal aja ya.. :mrgreen: